Kamis, 29 September 2016

PROTOKOL YANG BERKAITAN DENGAN LAYER OSI



Model OSI terdiri dari 7 Layer

· Application
· Presentation
· Session
· Transport
· Network
· Datalink
· Physical


Apa yang dilakukan oleh 7 OSI layer? :

Ketika data di transfer melalui jaringan, sebelum data tersebut harus melewati ketujuh layer dari satu terminal, mulai dari layer Aplikasi sampai layer physical, kemudian di sisis penerima, data tersebut melewati layer physical sampai pplication. Pada saat data melewati satu layer dari sisi pengirim, maka akan ditambahjkan satu “header” sedangkan pada sisi penerima “header” dilepaskan sesuai dengan layernya.

Model OSI
tujuan utaman penggunaan model OSI adalah untuk membantu designer jaringan memahami fungsi dari tiap layer yang berhubungan dengan aliran komunikasi data. Termasuk jenis-jenis protocol jaringan dan metode transmisi.
Model dibagi menjadi 7 Layer, dengan karakteristtik dan fungsintya masing masing. Tiap layer harus dapat berkomunikasi dengan layer di atasnya maupun dibawahnya secara langsung melalui sederetan protocol dan standar.



Secara fungsional 7 layer OSI dibagi menjadi dua bagian yaitu upper layers dan lowerlayersa.

Upper layers , segala sesuatu yang berkaitan dengan userinterface, dataformatting, dan communication session, lebih tepatnya banyak berkaitandengan aplikasi (software). Yang termasuk dalam Upper Layers yaitu ApplicationLayer,Presentation Layer, dan Session Layerb.

Lower layer, segala sesuatu yang berkaitan dengan network atau jaringan, dataflow atau bagaimana data mengalir, bagian dari lower layer yaitu Physical layer,data link layer, network layer dan transport layer.





7. Application


Application layer menyediakan jasa untuk aplikasi pengguna, layer ini bertanggungjawab atas pertukaran informasi antara program computer, seperti program e-mail dan servis lain yang berjalan di jaringan seperti server printer atau aplikasi computer l;ainnya.
Berfungsi sebagai antarmuka dengan aplikasi dengan fungsionalitas jaringan. Mengatur bagaimana aplikasi dapat mengakses jaringan, dan kemudian membuat pesan-pesan kesalahan. Protocol yanmg berada dalam lapisan ini adalah 


 • DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol)
Fungsi: Protokol ini digunakan untuk distribusi IP (Internet Protocol) pada jaringan dengan jumlah IP ( Internet Protocol) yang terbatas.

• DNS ( Domain Name Server)
Fungsi: Protokol ini digunakan untuk pemberian nama domain mesin dan nomor IP (Internet Protocol)
Port                             :           UDP Port 53 atau TCP Port 53
            Contoh Layanan         :           web browser, e-mail
www.cisco.com
 dengan alamat numerik 198.133.219.25

• FTP (File Transfer Protocol)
Fungsi: Protokol ini digunakan untuk mentransfer file ke dalam mesin internetwork
Port     :          TCP port 20 dan 21

• HTTP (Hyper Text Transfer Protocol)
Fungsi: Protokol ini digunakan untuk mentransfer dokumen dalam bentuk HTML kedalam web
Port HTTP       :          80

• MIME (Multipurpose Internet Mail Extention)
Fungsi: Protokol ini dugunakan untuk mengirim file binarydalam bentuk teks
            Port     : 25

• NNTP (Network News Transfer Protocol)
Fungsi: Protokol ini digunakan untuk menerima dan mengirim news group dalm bentuk artikel dalam jaringan dan berupa grup diskusi
Port                             :           TCP port 119
 Contoh Layanan         :           User’s Network


• POP (Post Office Protocol)
Fungsi: Protokol ini digunakan untuk menerima serta mengirim mail dari computer pengirim ke server
Port                             :           TCP  port 110
Contoh Layanan         :           E-Mail


• Telnet
Fungsi: Protokol ini digunakan untuk login atau masuk ke komputer lain di Internet dan
telnet juga mengakses berbagai macam pelayanan umum yang ada di internet termasuk
katalog perpustakaan dan berbagai macam database.
            Port     :           Port 23

6. Presentation

Presentation layer bertanggungjawab bagaimana data dikonversi dan di format untuk transfer data. Contoh konversi format text ASCII untuk dokumen, .GIF dan .JPG untuk gambar layer ini membentuk kode konversi, trnslasi data, enkripsi dan konversi.
Berfungsi untuk mentranslasikan data yang hendak ditransmisikan oleh aplikasi kedalam format yang dapat ditransmisikan melalui jaringan. 



 VTP (Virtual Terminal Protocol)
Fungsi: Protokol ini digunakan untuk membuat dan memelihara struktur data dan
Mentranslating terminal ke bentuk standar.


 SMTP ( Simple Mail Transfer Protocol)

Fungsi: Protokol ini digunakan untuk pertukaran mail
Port 2525 SMTP Alternate Server

 SNMP (Simple Network Management Protocol) Fungsi: protocol ini digunakan untuk memanajemen atau mengatur jaringan
Port 25, SMTP(Simple Mail Transport Protokol)

RPC (Romote Procedure Call)
Fungsi: Protokol ini digunakan untuk pemanggilan jarak jauh  

Port     :           UDP 111

5. Session

Session layer menentukan bagaimna dua terminal menjaga, memelihara dan mengatur koneksi. Bagaimna mereka saling berhubungan satu sama lain. Koneksi di layer di sebut “session”.
Berfungsi untuk mendefinisikan bagaimana koneksi dapat dibuat, dipelihara atau di hancurkan. Selain itu, di level inio juga dilakukan resolusi nama.

• NETBIOS (Network Basic Input Output System)
Fungsi: Protokol ini digunakan sebagai sistem jaringan standar

• NETBEUI, (NETBIOS Extended User Interface)
Fungsi: Protokol ini digunakan untuk berkomunikasi LAN pda komputer yang berbeda,NETBIOS digunakan pada jaringan Ethernet,Token Ring, dan Windows NT

• ADSP (AppleTalk Data Stream Protocol)
Fungsi: Protokol ini digunakan untuk memeriksa aliran data dan memantau aliran data di antara komputer,agar data dapat terkirim.

• PAP (Printer Access Protocol)
Fungsi: Protokol ini digunakan untuk printer Postscript untuk akses pada jaringan AppleTalk dan untuk mengendalikan bagaimana pola komunikasi antar node.

• SPDU (Session Protokol Data unit)
Fungsi: Protokol ini digunakan untuk mendukung hubungan antara dua session service user.

• NETBEUI (NETBIOS Extended User Interface
Fungsi: Protokol ini digunakan untuk sama dengat NETBIOS hanya sedikit di kembangkan lagi dengan menambahkan fungsi yang memungkinkan bekerja dengan beragam perangkat keras dan perangkat lunak.

4. Transport


Transport layer bertanggung jawab membagi data menjadi segmen, menjaga koneksi logika “end – to _ end” antar terminal, dan menyediakan penanganan error (error handling)
Berfungsi untuk memecahkan data kedalam paket-paket tersebut sehingga dapat disusun kembali pada sisi tujuan yang telah diterima. Selain itu, pada level ini juga membuat tanda bahwa paket diterima dengan sukses (acknowledgement) dan mentransmisikan ulang terhadap paket-paket yang hilang di tengah jalan.


• SPX (Sequence Paket eXchange)
Fungsi: Protokol ini digunakan sebagai media transmisi data dan menjamin validitas data
yang ditransmisikan
oleh IPX sehingga data yang terkirim tidak mengalami gangguan ataupun terjadi corrupt
pada data.

• TCP (Transmission Control Protocol)
Fungsi: Protokol ini digunakan untuk pertukaran data berorientasi (connection oriented)
Dan merupakan komunikasi data yang digunakan oleh suatu komunitas internet untuk
melakukan proses tukar menukar data pada satu computer ke computer lainnya dalam
suatu jaringan internet

 Port 981

• UDP (User Datagram Protocol)
Fungsi: Protokol ini digunakan untuk pertukaran data non orientasi dan dipakai oleh aplikasi yang tidak terlalu mementingkan layanan reliabilitas.

3. Network


Network layer bertanggung jawab menentukan alamat jaringan, menentukan rute yang harus diambil selama perjalanan, menjaga antrian tafik di jaringan. Data pada layer ini berbentuk “Paket”.
Berfungsi untuk mendefinisikan alamat-alamat IP, membuat Header untuk paket-paket dan kemudian melakukan routing melalui internet-working dengan menggunakan router dan switch layer 3.
• IP (Internet Protocol)
Fungsi: Protokol ini digunakan untuk untuk menyediakan cara terbaik untuk membawa
datagram dari sumber ketujuan, tanpa memperdulikan apakah mesin yang bersangkutan
berada pada jaringan yang sama atau tidak, atau apakah terdapat jaringan-jaringan
lainnya antara sumber dengan tujuan atau tidak atau bias disebut dengan routing

• RIP (Routing Information Protocol)
Fungsi: Protokol ini digunakan untuk memilih routing

• RARP (Reverse ARP)
Fungsi: Protokol ini digunakan untuk mendapatkan informasi nomor IP dari hardware

• ICMP (Internet Control Message Protocol)
Fungsi: Protokol ini digunakan untuk engirim pesan-pesan kesalahan dan kondisi lain yang memperhatikan perhatian khusus

2. Datalink


Data link layer menyediakan link untuk data. Memaketkannya menjadi frame yang berhubungan dengan “hardware” kemudian diangkut melalui media komunikasinya dengan kartu jaringan, mengatur komunikasi layer physical antara system koneksi dengan penaganan error.
Berfungsi untuk menentukan bagaimana bit-bit data dikelompokan menjadi format yang disebut sebagai frame. Selain itu, pada level ini terjadi koreksi kesalahan, flow control, pengalamatan perangkat keras( seperti halnya di Media Access Control Address ( MAC Address), dan menetukan bagaimna perangkat perangkat jaringan seperti hub, bridge, repeater dan switch layer 2 beroperasi. Spesifikasi IEEE 802, membagi level; ini menjadi dua level anak, yaitu lapisan Logical Link Control (LLC)dan lapisan Media Access Control (MAC).
• BSC (Binary Synchronous Control / Protokol berorientasi karakter)
Fungsi:Protokol ini digunkan untuk Pengalamatan dan pengiriman paket data yang berorientasi karakter.

• HDLC (High Level Data Link Control / Protocol berorientasi bit)
Fungsi: Protokol ini digunakan untuk mengumpulkan (menanyai) respons frame dari peer HDLC

• PPP (Point to Point Protocol)
Fungsi: Protokol ini digunakan untuk komunikasi synchronous dan asynchronous an
dapat menegosiasikan fungsi-fungsi tambahan Error Detection, melalui variabel magic
number.

1. Physical


Physical layer bertyanggung jawab atas proses data menjadi bit dan mentransfernya melalui media (seperti kabel) dan menjaga koneksi fisik antar system.
Berfungsi untuk mendefinisikan media transmisi jaringan, metode pensinyalan, sinkronisasi bit, arsitektur jaringan (seperti halnya Ethernet atau token Ring), topologi jaringan dan pengkabelan. Selain itu, level ini juga mendefinisikan bagaimana Networl Interface Card (NIC) dapat berinteraksi dengan media kabel atau radio.
• NIC (Network Interface Card)
Fungsi: Protokol ini digunakan untuk menghubungkan computer ke kabel yang
digunakan pada local area network (LAN) dan mengijinkan komputer untuk
berkomunikasi dalam network


sumber:
http://belajar-cool.blogspot.co.id/2009/12/jenis-jenis-protokol-pada-layer-osi.html
http://pocalypse.blogspot.co.id/2011/01/7-osi-layer.html

Kamis, 22 September 2016

PROSES STANDAR TCP/IP

Sejarah Singkat TCP/IP ( Transmission Control Protocol/ Internet Protocol )


Sejarah TCP/IP dimulainya dari lahirnya ARPANET yaitu jaringan paket switching digital yang didanai oleh DARPA (Defence Advanced Research Projects Agency) pada tahun 1969. Sementara itu ARPANET terus bertambah besar sehingga protokol yang digunakan pada waktu itu tidak mampu lagi menampung jumlah node yang semakin banyak. Oleh karena itu DARPA mendanai pembuatan protokol komunikasi yang umum, yakni TCP/IP. Ia diadopsi menjadi standard ARPANET pada tahun 1983. Untuk memudahkan proses konversi, DARPA juga mendanai suatu proyek yang mengimplementasikan protokol ini ke dalam BSD UNIX, sehingga dimulailah perkawinan antara UNIX dan TCP/IP. 

Pada awalnya internet digunakan untuk menunjukan jaringan yang menggunakan internet protocol (IP) tapi dengan semakin berkembangnya jaringan, istilah ini sekarang sudah berupa istilah generik yang digunakan untuk semua kelas jaringan. Internet digunakan untuk menunjuk pada komunitas jaringan komputer worldwide yang saling dihubungkan dengan protokol TCP/IP.
Perkembangan TCP/IP yang diterima luas dan praktis menjadi standar de-facto jaringan komputer berkaitan dengan ciri-ciri yang terdapat pada protokol itu sendiri yang merupakan keunggulan dari TCP/IP, yaitu:

-       Perkembangan protokol TCP/IP menggunakan standar protokol terbuka sehingga tersedia secara luas. Semua orang bisa mengembangkan perangkat lunak untuk dapat berkomunikasi menggunakan protokol ini. Hal ini membuat pemakaian TCP/IP meluas dengan sangat cepat, terutama dari sisi pengadopsian oleh berbagai sistem operasi dan aplikasi jaringan.
-      Tidak tergantung pada perangkat keras atau sistem operasi jaringan tertentu sehingga TCP/IPcocok menyatukan bermacam network, misalnya ethernet, token ring, dial-up line, X-25 net dan lain-lain
-    Cara pengalamatan berdifat unik dalam skala global, memungkinkan komputer dapat mengidentifikasi secara unik komputer lain dalam seluruh jaringan, walaupun jaringannya sebesar jaringan worldwide Internet. Setiap komputer yang tersambung dengan jaringan TCP/IP(Internet) akan memiliki address yang hanya dimiliki olehnya.

-  TCP/IP memiliki fasilitas routing dan jenis-jenis layanan lainnya yangmmemungkinkan diterapkan pada internetwork.

Standar TCP / IP

TCP / IP telah populer dengan pengembang dan pengguna sama karena yang melekat keterbukaan dan pembaharuan abadi. Hal yang sama berlaku untuk Internet sebagai jaringan komunikasi terbuka. Namun, keterbukaan ini bisa dengan mudah berubah menjadi sesuatu yang dapat membantu Anda dan menyakiti Anda jika tidak dikendalikan dalam beberapa cara.

Meskipun tidak ada badan secara keseluruhan untuk mengeluarkan instruksi dan peraturan untuk Internet-kontrol sebagian besar didasarkan pada kerjasama-saling Internet Society (ISOC) berfungsi sebagai badan standardisasi untuk komunitas internet. ini diatur dan dikelola oleh Internet Architecture Board (IAB).

IAB sendiri bergantung pada Internet Engineering Task Force (IETF) untuk menerbitkan standar baru, dan di Internet Assigned Numbers Authority (IANA) untuk mengkoordinasikan nilai-nilai bersama antara beberapa protokol. Editor RFC adalah bertanggung jawab untuk meninjau dan penerbitan dokumen standar baru. IETF sendiri diatur oleh Internet Engineering Steering Group (IESG) dan selanjutnya diatur dalam bentuk Wilayah dan Kelompok Kerja mana baru spesifikasi dibahas dan standar baru propsoed.

Standar Internet Proses, dijelaskan dalam RFC 2026, Standar Internet Proses, Revisi 3, yang bersangkutan dengan semua protokol, prosedur, dan konvensi yang digunakan dalam atau dengan internet, apakah atau tidak mereka adalah bagian dari TCP / IP protocol suite.

Tujuan keseluruhan dari Proses Standar Internet adalah:

  •  keunggulan teknis
  •  implementasi sebelum dan pengujian
  •  Jelas, singkat, dan dokumentasi mudah dipahami
  •  Keterbukaan dan keadilan
  •  aktualitas

Proses standardisasi diringkas sebagai berikut:

  •  Dalam rangka untuk memiliki spesifikasi baru sebagai standar yang disetujui, pelamar harus mengirimkan spesifikasi ke IESG di mana ia akan dibahas dan diulas jasa teknis dan kelayakan, juga diterbitkan sebagai dokumen rancangan Internet. Lama proses ini lebih dari dua minggu dan tidak lebih dari enam bulan.

  •  Setelah IESG mencapai kesimpulan positif, dikeluarkan pemberitahuan untuk memungkinkan spesifikasi akan ditinjau oleh komunitas internet secara keseluruhan.

  •  Setelah persetujuan akhir oleh IESG, rancangan Internet diajukan ke Internet Engineering Task Force (IETF), anak perusahaan lain dari IAB, untuk dimasukkan ke Jalur Standar dan dipublikasikan sebagai Request for Comment (RFC).

  •  Setelah diterbitkan sebagai RFC, kontribusi dapat maju dalam status sebagai "standar Internet". Hal ini juga dapat direvisi dari waktu ke waktu atau dihapus ketika solusi yang lebih baik ditemukan.

  •  Jika IESG tidak menyetujui spesifikasi baru, atau jika dokumen tidak diproses dalam waktu enam bulan dari pengajuan, maka permohonan spesifikasi baru akan dihapus dari direktori draft Internet.

Request for Comments (RFC)

Sebuah dokumen Request for Comments (RFC) adalah salah satu dari seri dokumen infomasi dan standar Internet bernomor yang diikuti secara luas oleh perangkat lunak untuk digunakan dalam jaringan, Internet dan beberapa sistem operasi jaringan, mulai dari Unix, Windows, dan Novell NetWare. RFC kini diterbitkan di bawah arahan Internet Society (ISOC) dan badan-badan penyusun-standar teknisnya, seperti Internet Engineering Task Force (IETF) atau Internet Research Task Force (IRTF). Semua standar Internet dan juga TCP/IP selalu dipublikasikan dalam RFC, meskipun tidak semua RFC mendefinisikan standar Internet. Beberapa RFC bahkan hanya menawarkan informasi, percobaan/eksperimen, atau hanya informasi sejarah saja.
sebelum menjadi sebuah dokumen RFC, sebuah dokumen yang diajukan akan dianggap menjadi draf internet (ID), yang merupakan sebuah dokumen yang umumnya dikembangkan oleh satu orang pengembang di dalam kelompok kerja IETF atau IRTF. Sebagai contoh, kelompok kerja IPv6 mengkhususkan usahanya hanya untuk mengembangkan standar-standar yang akan digunakan pada IPv6, protokol calon pengganti IPv4. setelah beberapa waktu, dokumen tersebut diulas dan akhirnya diterima secara konsensus oleh para penguji.


Dan setelah diterima, maka IETF pun menerbitkan versi final dari draf Internet tersebut menjadi sebuah RFC dan kemudian memberikan nomor urut kepadanya, yang disebut sebagai RFC Number.




Standar Internet


Secara singkat Standar internet adalah sebuah proses jalan panjang yang teruji dan terspesifikasi sehingga menjadi berguna bagi siapa yang bekerja dengan internet. Tentu saja spesifikasi ini dimulai dengan sebuah draft. Kemudian draft internet ini menjadi dokumen acuan kerja yang memiliki umur 6 bulan. Setelah itu akan mendapatkan rekomendasi dari otoritas Internet dan dipublikasikan sebagai Request for Comment (RFC).


sumber:
  • TCP/IP Tutorial and Technical Overview
  • Wikipedia
  • http://alingunawan.blogspot.co.id/2014/05/sejarah-singkat-tcpip-transmission.html